• Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Buku Shanty

Kumpulan resume buku seru yang kubaca

Hari gene, masih adakah anak-anak yang punya waktu untuk menikmati keindahan alam semesta?

Merenung melihat hujan yang turun?

Memandangi indahnya bintang yang bersinar di langit?

Mendengarkan deburan ombak?

Mengejar kupu-kupu?

Jujur, anak saya sih nggak. Raka (12 tahun) dan Sasya (9 tahun), lebih menikmati video-video tentang alam di YouTube untuk tugas IPA atau main sama teman-temannya daripada merasakan indahnya sejumlah fenomena alam.

Kenapa bisa begitu?

Bisa jadi salah satu alasannya adalah karena sebagai orang tua, saya kurang mengajak anak-anak untuk lebih banyak memperhatikan keindahan alam di sekitar kita yang terjadi sehari-hari.

Nggak harus kok mengenalkan alam dengan traveling ke tempat yang jauh dan berbiaya mahal. Hal-hal sederhana di sekitar rumah juga sangat indah untuk diamati ternyata.

Semua itu setelah saya terinspirasi dari buku terbarunya Mbak de Laras yang berjudul Aku dan Alam Semesta.

Peluncuran Buku Aku dan Alam Semesta

Kebetulan sekali saya beruntung diundang untuk menghadiri acara peluncuran buku terbitan ITB Press ini pada 30 November 2019 lalu di Perpustakaan ITB. Jadi kenal deh dengan pengarang, ilustrator, dan cerita dibalik lahirnya buku anak ini.


Agak aneh juga sih, kenapa ITB Press yang kita kenal sebagai penerbit buku-buku text book kuliah, kok ya ngeluarin buku anak? Apa nggak salah?

Ternyata menurut editor buku, Pak Edi Warsidi dari ITB Press, hal ini karena rekomendasi seorang guru besar ITB. Tidak tanggung-tanggung, Profesor Bambang Hidayat - astronom yang juga pernah menjadi direktur Observatorium Bosscha, menjadi narasumber dibalik materi buku anak ini.

Pengarang sendiri yang memiliki nama lengkap Diadjeng Laraswati Hanindyani, memiliki latar belakang sebagai Perekayasa Madya di BPPT. Sebelumnya, ia dikenal sebagai blogger berprestasi dan sudah menghasilkan 8 buku solo loh.

Kalau disambung dengan karya ontologinya, wah bisa jadi kaya kereta api.
Standing ovation lah buat ibu-ibu yang sangat produktif seperti ini.


Ehm…kebayang nggak buku anak seperti apa yang mereka hasilkan. Pastinya buku yang serius dong ya.

Menurut cerita Mbak Laras, pembicaraan mengenai buku ini bersama Professor Bambang telah dimulai sejak bulan Februari 2019. Perlu waktu hingga 10 bulan untuk merampungkan buku yang terdiri dari 10 cerita, 137 halaman, dan 41 ilustrasi gambar tangan khas Mbak Tanti Amelia.


Siapa yang Perlu Membaca buku Aku dan Alam Semesta?



Jadi anak usia berapa target pembaca buku Aku dan Alam Semesta? Apakah buku ini untuk anak usia TK sesuai gaya ilustrasinya? Atau untuk calon mahasiswa ITB usia remaja?

Dari 10 cerita yang ditulis, sebagian besar tokohnya berusia 12 tahunan. Bahkan ada yang kelas 3 SMP seperti dalam cerita ke-10, Harumnya Aroma Kopi di Cangkir Aki.

Hanya ada 1 tokoh yang walau cara berbahasanya sempat saya tebak berusia belasan tahun, ternyata ada kalimat yang menyebutkan kalau ia masih menerima cubitan di pipinya dari ibu-ibu yang gemes. So, kayanya untuk cerita ke-7, Ronggur Sang Calon Nahkoda ada pengecualian.

Kalau menurut saya, buku ini cocoknya untuk anak SD kelas 5-6 yang sangat suka science dan alam semesta.

Yang ingin tahu mengenai apa sih sebenarnya bintang kejora itu.

Yang ingin tahu mengenai cara mengukur jarak bintang ke bumi.

Yang mau tahu bedanya kopi robusta dan arabica.

Atau yang penasaran dengan bahan-bahan pewarna alami untuk kain tenun di NTT.


Ya…buku ini sangat cocok untuk anak-anak yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan membaca yang sudah sangat baik. Karena banyak kalimat-kalimat super panjang yang ada dalam buku ini.

Seperti dalam cerita ke-4, Bahari Anak Suku Laut yang Pemberani. Pada halaman 42, kita akan menemui kalimat:

“Aku tidak betah duduk di dalam kelas, sejak kecil aku selalu berada di alam terbuka, udara laut, berayun di atas kapal, melompat ke dalam laut dari atas kapal, berlari berjemur sepanjang buritan di bawah sinar matahari, berpindah-pindah tempat, sudah menjadi bagian hidupku, bahkan aku sendiri lahir di atas perahu kecil kami.”

Atau dalam cerita Mira, Sang Penenun Muda. Pada halaman 57, terdapat paragrap yang bertuliskan:

“Setiap kali aku ingin ikut membantu, mama selalu melarang aku, mama memang sudah memberi tugas padaku, untuk membantu papa mencari bahan untuk membuat warna, biasanya daun nila, yang disebut juga daun traum, untuk menghasilkan warna biru, atau bersama papa mencari akar pohon mengkudu untuk membuat warna merah.”


Jadi paling kalau anak kelas 1-2 SD ingin baca buku ini, ada bagusnya dibacakan saja sama mamanya. Nanti mamanya bisa membantu menceritakan dengan lebih dipenggal-penggal kalimatnya biar lebih mudah dicerna anak-anak.


Saya juga suka pesan-pesan moral yang disampaikan dalam cerita-cerita di buku ini. Nggak beda jauh dari gaya saya menceramahi anak-anak. Seperti dalam cerita ke-10 Harumnya Aroma Kopi di Cangkir Aki.

Saya suka bagaimana Aki menasehati Sholeh mengenai arti kejujuran.

“Kejujuran adalah hal penting dalam menjalani kehidupan ini. Sekali tidak jujur, selesailah pekerjaannya. Mengerti itu, Jang?” kata aki menasehatiku malam itu.

“Ya Aki, Abah juga mengajarkan aku untuk rajin sembahyang, tidak lupa salat dan berpuasa,” sahutku. Abah hanya mengangguk-anggukkan kepala.

“Itu bagus, tapi tidak cukup. Itu ibadah. Itu ritual. Itu harus dilakukan untuk memelihara kedekatan kita pada Allah. Tapi yang terpenting adalah takut kepada Tuhan. Takut bukan berarti ketakutan ya, melainkan lebih pada takut melanggar larangan-Nya dan patuh pada perintah-Nya. Banyak orang rajin ibadah bahkan sudah beribadah ke tanah suci, tetap saja ia bisa berbuat curang, memakai uang orang lain bahkan menindas kehidupan orang lain,” aki menjelaskan panjang lebar dengan air muka yang berubah. Serius. (Halaman 130)



Itu adalah salah satu contoh dialog dalam buku solo ke-8 de Laras ini. Masih banyak lagi kita lihat dialog akrab antara si tokoh Aku dengan anggota keluarganya yang panjang lebar.

Dalem sih… Perlu mikir yang agak lama dan cemilan yang cukup untuk bisa mencerna.


Dimana buku ini bisa didapat?

Sementara ini buku Aku dan Alam Semesta bisa dibeli secara online di Tiara bookstore. Harganya Rp 150.000,- untuk edisi berwarna dan Rp 50.000,- untuk edisi hitam putih. Jadi bisa disesuaikan dengan budget buku bulanan keluarga ya.

Saya sendiri kemarin membeli yang edisi hitam putih. Karena kebetulan Sasya juga nggak masalah baca buku hitam putih ala komik. (Alah, alesan, padahal mamanya aja mau irit). 

Tapi beneran sih, buat saya, ilustrasi hitam putihnya Mbak Tanti tetap kece dan informatif.

Saya rasa, anak-anak yang membaca buku ini bisa jadi akan tergoda untuk membuat cerita mereka sendiri. Menceritakan dalam bahasa mereka sendiri bagaimana kisah hubungan mereka dengan alam semesta.

Sebuah cerita yang benar-benar lahir dari dialog mereka dengan alam semesta....



Apa teman-teman sudah menonton film Dua Garis Biru?

Sebuah film yang telah ditonton 2,5 juta orang dalam 39 hari penayangannya. Film tersebut bercerita tentang 2 orang anak SMA bernama Dara dan Bima yang kebablasan melakukan hubungan suami istri hingga hamil.

Dalam salah satu adegan, ada bagian Dewi - kakaknya Bima, yang ngomelin adik, “Goblok banget sih lo bisa hamilin anak orang! Makanya itu hape dipake buat googling! Jangan main game terus.” 

Anak-anak sebenarnya sering kali punya pertanyaan-pertanyaan seputaran seksualitas. Bukan sekedar pertanyaan standar darimana seorang bayi lahir, tapi juga banyak hal lain yang mungkin canggung mereka tanyakan kepada dewasa.

Akibat malas bertanya, eh...kebablasan deh melakukan hal-hal yang dilarang agama. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang seperti itu ya.

Kebetulan sekali, ketika memenangkan sebuah lomba blog yang diadakan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati, saya mendapatkan sebuah buku menarik.

Judulnya Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja. Buku ini ditulis oleh Bunda Elly Risman, Hilman Al Madani, dan Yuhyina Maisura.

back cover ensexclopedia
Sampul belakang buku Ensexclopedia

Mengapa saya suka sekali buku Ensexclopedia?

Begitu membaca daftar isi dari 10 bab buku setebal 119 halaman ini, saya langsung tahu kalau ini buku yang tepat untuk anak-anak saya.

Kebetulan Raka usianya 12 tahun dan Sasya 9 tahun. Di usia segitu, informasi dari luar bisa jadi bisa masuk ke anak-anak melalui media yang kontennya belum tentu benar.

Nah buku ini saya nilai membantu banyak untuk menjawab keingintahuan terbesar anak-anak mengenai masalah seksualitas.

Buku ini dinarasikan memang untuk anak-anak remaja. Menggunakan bahasa yang ringan tapi jelas dan langsung pada sasaran. Nggak muter-muter dengan menggunakan istilah-istilah teknis yang membingungkan.

Seperti ketika menjelaskan bagaimana pasangan suami istri mendapatkan anak.

Sebelumnya disebutkan dulu bahwa hanya pasangan suami istri yang telah diikat dalam perkawinan yang boleh melakukan hubungan seksual.

Saya juga baru tahu, ternyata memang cara menjelaskan hal-hal yang berhubungan seksualitas sebaiknya dijelaskan dengan to the point saja. Biar anak mudah memahami.

Karena kalau muter-muter, malah jadi blunder sendiri.

layout buku ensexclopedia
Layout buku Ensexclopedia


Poin lain yang membuat buku ini sangat saya rekomendasikan ada di rak buku setiap keluarga adalah karena penjelasannya cukup selaras dengan konsep agama Islam.

Bunda Elly, sangat berhati-hati dan menekankan bahwa setiap penjelasannya selaras dengan penjelasan Al Quran dan hadis.

Seperti penjelasan dalam bab pacaran ketika menjawab pertanyaan boleh nggak pacaran? Umur berapa boleh pacaran? Bagaimana cara mengenal pasangan kalau tidak pacaran?

“Kalau yang dimaksud dengan pacaran seperti yang kita uraikan tadi, sebaiknya nggak deh. Karena orang yang pacaran biasanya ingin selalu dekat atau dekat-dekatan. Tentu aja hal ini akan menimbulkan kerja hormon-hormon seks dalam otak dan tubuhmu menjadi lebih aktif. Akibatnya, orang yang pacaran mungkin banget melakukan hal-hal yang nggak dibolehkan. “ - hal 79

Penjelasan seperti ini membantu anak-anak memahami mengapa sesuatu itu dilarang. Toh nanti juga ada waktunya.

Selama tubuh masih belum siap untuk melaksanakan fungsi reproduksi dengan optimal, saatnya anak-anak fokus untuk mempersiapkan masa depannya. Bukan malah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang terlalu beresiko.

Apa saja yang dijelaskan dalam buku Ensexclopedia?

Menurut saya, 10 bab dalam buku ini cukup runtut dan jelas. Berikut urutan bab dan beberapa contoh pertanyaan yang ada dalam bab tersebut.

Bab 1: Mengenai pubertas

Mengapa laki-laki dewasa punya jakun?
Apa normal kalau payudaraku besar sebelah?
Kita harus bagaimana kalau sudah puber?

Bab 2: Mengenai organ reproduksi

Apa sih gunanya alat reproduksi?
Mengapa alat kelamin laki-laki harus disunat?
Apa artinya impotensi?

Bab 3: Mengenai mimpi basah

Waktu mimpi basah, apa yang kita impikan?
Apa yang harus kita lakukan kalau mengalami mimpi basah?

Bab 4: Mengenai menstruasi

Bagaimana caranya mengatasi kecenderungan untuk marah dan emosi?
Apa itu pembalut? (termasuk cara pakainya)
Kalau sudah menstruasi boleh nggak dicolek cowok?

Bab 5: Mengenai proses reproduksi

Bagaimana bayi bisa lahir dari lubang vagina yang kecil?
Aborsi itu apa?

Bab 6: Mengenai kesehatan dan kebersihan tubuh

Kenapa jerawat di wajahku bisa banyak banget?
Mengapa keputihan bisa berwarna kuning, bahkan hijau?

Bab 7: Mengenai pacaran

Bolehkah pacaran?
Cinta itu apa?

Bab 8: Mengenai seks, seksualitas, dan perilaku seksual

Mengapa seks hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah saja?
Masturbasi itu apa?
Seks oral itu apa?

isi buku ensexclopedia
Kondom dibahas dalam bab tersendiri

Bab 9: Mengenai kondom

Apa gunanya kondom?
Kondom yang ada rasanya itu gunanya untuk apa?

Bab 10: Mengenai penyakit menular seksual

Apakah kita bisa tertular AIDS karena menatap mata orang yang terkena AIDS?
Apa saja penyakit seksual selain AIDS?


Nah kebayangkan, kayanya semua pertanyaan anak-anak akan terjawab dalam buku ini.

Sebagai orang tua, kita juga jadi punya bahan yang terpercaya untuk menjelaskan kepada orang lain tanpa perlu bingung.

Saya sendiri tidak memaksa anak-anak untuk membaca buku ini. Saya hanya menceritakan sekilas isi buku ini ke anak-anak dan meletakkannya di tempat yang mudah mereka baca.

“Kalau butuh, nanti baca sendiri aja. Kalau ada yang kurang jelas, nanti tanya Mama ya,” pesan saya.

Tidak perlu waktu lama, Raka semangat banget dan bacanya. Padahal dia itu sebenarnya sulit untuk disuruh membaca buku.

Mungkin karena memang memiliki rasa ingin tahu terhadap topik tersebut, layout buku, ilustrasi yang lucu, pemilihan kertasnya juga mendukung buku ini betah di tangan anak-anak.

Tidak menyangka juga, ternyata Sasya yang umurnya 9 tahun, tertarik untuk membaca buku ini dengan serius.

Buat saya, kalau soal seksualitas, anak-anak perlu mengetahuinya sejak dini. Jangan sampai, anak-anak kita melakukan kesalahan bodoh seperti yang dilakukan Bima dan Dara dalam film Dua Garis Biru.

Di mana bisa membeli buku Ensexclopedia?

Emang ini juga yang agak PR. Karena saya sendiri mendapatkannya sebagai hadiah dari Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH).

Buku yang di tangan saya adalah cetakan ke-11 pada April 2016. Bukunya tidak terlihat masuk di toko buku umum dan saya tidak lihat juga iklannya di sosial media YKBH. Sepertinya YKBH ini memang kurang aktif meng-update sosial medianya.

Bisa jadi karena bukunya tidak dicetak ulang lagi.

Tapi teman-teman bisa mencoba untuk menjapri sosial media YKBH untuk menanyakan buku ini. Saya sempat lihat juga ada yang menawarkan di market place online dengan beragam harga.

Akhir kata, walau kita sudah punya buku super lengkap, menurut saya tetap yang utama adalah bagaimana komunikasi kita dengan anak-anak.

Sebagai orang tua, kita selalu perlu melatih diri agar anak-anak bisa nyaman dan terbuka dengan kita mengenai masalah seksualitas. Jangan sampai malah lebih percaya dan nyaman dengan penjelasan dari orang lain yang mungkin saja salah.

Teman-teman sendiri punya rekomendasi buku apa untuk menjawab pertanyaan seputar seksualitas? Jangan ragu berbagi di kolom komen ya.

Terima kasih buat yang sudah mau mampir.

data buku ensexclopedia
Data buku Ensexclopedia


Sumber: IMDb

Ada yang pernah tahu siapa editor dari novel-novel terkenal? Siapa editor Supernova-nya Dee Lestari, Rindu-nya Tere Liye, atau Sabtu Bersama Bapak-nya Adhitya Mulya? Saya yakin banyak yang tidak ingat kecuali kita buka lagi novelnya dan baca nama-nama dengan huruf yang kecil di bawah nama pengarangnya.

Apakah peran mereka sekecil ukuran nama yang tertulis di buku tersebut? 

Film Genius (2016) membantu saya memahami betapa luar biasanya peran seorang editor dalam memoles sebuah buku hingga bisa diterima pasar. Kita perlu berterima kasih pada A. Scott Berg yang sudah menulis tentang biografi Maxwell Perkins berjudul Max Perkins: Editor of Genius pada tahun 1978. Sebuah buku yang mendapatkan penghargaan National Book Award.

Pasti pada nggak kenal kan dengan Maxwell Perkins (1884 - 1947)?

Setelah sebelumnya menjadi reporter The New York Times, Perkins adalah editor di Penerbit Charles Scribner’s Sons. Scribner adalah penerbit yang sudah berdiri sejak tahun 1846 di New York Amerika. 

Di tangan Perkins lah, Scribner menemukan penulis-penulis hebat seperti Ernest Hemingway (1899 - 1961), F.Scott Fritzgerald (1898 - 1940), Thomas Wolfe (1900 - 1938). 

Sumber: IMDb

Film Genius mengangkat cerita bagaimana Maxwell Perkins (Colin Firth) bekerja bersama penulis Thomas Wolfe (Jude Law) pada tahun 1929. Kita bisa lihat bagaimana kerja keras seorang editor memaksa penulis untuk menyederhanakan naskah novel O Lost yang awalnya berjumlah 1100 halaman dengan 330ribu kata. 

Saya suka sekali bagaimana akhirnya kedua orang ini bisa menghasilkan titik temu setelah pembicaraan yang sangat panjang dan melelahkan. Jadi di balik lahirnya karya-karya fenomenal, beneran ada darah dan air mata hasil kerja keras banyak orang. Bukan karya 1 orang saja!

Seru banget melihat hubungan keduanya yang unik. Betapa nyentriknya penulis harus dipadu dengan ketegasan editor yang sangat kebapakan. Film ini mengajak kita untuk bisa menghargai peran editor dan penulis. Bagaimana keduanya harus bekerjasama untuk bisa menghasilkan karya yang bisa diterima masyarakat.

Di film ini kita juga bisa melihat Ernest Hemingway yang diperankan oleh Dominic West dan F.Scott Fritzgerald pengarang The Great Gatsby yang diperankan oleh Guy Pearce. Hadir juga si cantik Nicole Kidman sebagai pasangan Thomas Wolfe, Aline Berstein. 

Dialog dalam film Genius

Berikut beberapa dialog menarik dalam film Genius:

Maxwell Perkins: Imagine you're a reader. You're wandering through a bookstore and lots of books, and you see a book titled "Trimalchio in West Egg" and you see one titled The "Great Gatsby."Which are you going to pick up?

Thomas Wolfe: Gatsby!

Maxwell Perkins: That's why Scott changed his original title. He knew it needed a bit more meat.

***

Thomas Wolfe: Who better to talk to? The man who created something immortal. More and more I trouble myself with that. "The legacy." Will anyone care about Thomas Wolfe in 100 years? Ten years? When I was young, I asked myself that question every day.

F. Scott Fitzgerald: I used to trouble myself like that every day. Now I ask myself, "Can I write one good sentence."

***

Maxwell Perkins: To be a novelist, you have to select. You have to shape and sculpt.

Thomas Wolfe: Why?

Maxwell  Perkins: Because we've been working for two years and the book's only 100 pages shorter!

***

Thomas Wolfe: So I've disappointed you yet again.

Maxwell Perkins: Yes, very much.

Thomas Wolfe: Well, I'm sorry I'm not decent enough for your fine dinner parties and your fine friends. But before you drag me out to the woodshed, I think you ought to look at who's giving the lesson. Am I supposed to grow up like you?

Maxwell Perkins: No, Tom, but you're supposed to grow up.



#ODOPNovemberChallenge
#SabtuFilm
330 kata 1.5 jam
SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY



Entah sudah berapa kali saya merekomendasikan buku seri Genius Matematika dan seri Ilmuwan Cilik Edutivity dalam ngobrol-ngobrol di WA. Sepertinya daripada saya mengulang-ngulang hal yang sama, lebih baik saya tulis review buku ini di blog. 

Serius ya, buku terjemahan dari bahasa Korea yang aslinya terbit tahun 2008 ini adalah favorit anak-anak saya. Anak-anak suka cerita dan ilustrasinya. Kami beli buku ini dalam beberapa kesempatan. Jadi bukan di satu waktu. Karena sering hanya menemukan seri tertentu saja. 

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Warna ilustrasinya bagus banget.


Bentuk buku yang hardcover dengan ilustrasi dan warna yang bagus, juga menarik untuk anak-anak. Buku ini bener-bener tahan banting. Saya ingat dulu ada masanya anak-anak menjadikan buku ini sebagai rumah-rumahan. Di ikat dengan selotip antara satu buku dengan yang lain. Canggihnya, buku ini tetap kinclong dan tidak rusak walau sudah sempat dijadikan istana-istanaan. 

Apa yang membuat buku ini spesial?

Buku seri Genius Matematika yang saya miliki terdiri dari 16 buku yang boleh dibeli terpisah.

Ada belajar mengenai himpunan, pola, pengurangan, nilai bilangan, faktor, bilangan, sudut, jumlah peluang, perbandingan, kapasitas, kelipatan, tabel dan grafik, satuan ukur, perkalian, pecahan, garis dan desimal.

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Judul-judul buku seri Genius Matematika.

Materi disampaikan dalam kasus-kasus yang sangat menarik untuk anak-anak. Contohnya mengajarkan kelipatan dengan kasus membeli ikan sarden dan ikan tuna yang tanggal tiba kapalnya berbeda. Atau belajar perbandingan dengan membuat jus tomat. 

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Belajar tentang Kelipatan (KPK dan FPB) di buku ke-12 Toko Ikan Keluarga Kucing

Menurut saya, cerita yang diangkat cocok dengan anak-anak. Tidak terlalu mengawang-ngawang walau aslinya untuk anak-anak Korea. Kisah-kisah ini, membantu anak-anak memahami matematika dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini kan yang penting. 

Selain seri Matematika, ada juga seri Ilmuwan cilik untuk tema lain seperti pencernaan, tumbuhan karnivora, kerangka, rantai makanan, magnet, dan dunia hewan. Setidaknya ini yang saya punya. Saya nggak tahu juga versi lengkapnya seperti apa karena bukunya dijual satuan. 

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Favorit Sasya adalah yang tentang pencernaan berjudul Putri Kentut. Rahasia Putri yang Suka Kentut.

Dalam seri Ilmuwan cilik ini juga cerita dan ilustrasinya sangat bagus. Tidak kalah dari buku-buku mahal yang harganya ratusan ribu. Malah tebal buku ini yang rata-rata 30 halaman, membuat buku ini ringan dan ergonomis buat anak-anak usia 6-7 tahun. Nggak berat atau terlalu besar. Mereka akan mudah menamatkan 1 buku dalam waktu yang tidak lama.

Buku ini untuk anak umur berapa?

Dari ilustrasinya dan jumlah kalimat dalam 1 halaman, menurut saya buku ini bagusnya untuk anak usia SD kelas 1 ke atas. Untuk materinya, bisa dipakai hingga anak kelas 4 SD sepertinya. Kalau untuk kelas 5 dan 6, saya kira mungkin mereka sudah malu kalau dikasih buku seperti ini, walau isinya bisa jadi mereka masih perlu. 

Berapa harganya?

Kami sempat beli banyak ketika buku ini diskon 40% di awal tahun 2014. Untuk seri Genius Matematika harga aslinya Rp 50.000,- (jadi Rp 30.000,-) dan seri Ilmuwan Cilik aslinya Rp 35.000,- (jadi Rp 21.000,-). 

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Jarang-jarang ada buku seperti ini dengan harga terjangkau.


Belinya dimana?

Buku ini diterjemahkan oleh Gramedia pada tahun 2010 dan 2011. Sudah lama banget sih. Makanya sekarang buku ini hanya bisa ditemukan di saat toko buku Gramedia mengadakan diskonan. 

Saya berharap buku ini bisa dicetak ulang oleh Gramedia. Karena isi bukunya bagus sekali. Membantu anak-anak untuk memahami matematika dan science dasar dengan cerita yang mudah dipahami. Saya belum pernah ketemu buku sejenis ini dalam bahasa Indonesia. 

Seri Genius Matematika dan Seri Ilmuwan Cilik, perlu menjadi buku wajib di rumah bagi yang punya anak usia SD. 

SERI GENIUS MATEMATIKA DAN ILMUWAN CILIK EDUTIVITY
Belajar tentang Bilangan bersama Kokiwa dan sapi-sapinya.

#ODOPNovemberChallenge
#KamisNonfiksi
535 kata, 1,5 jam


Sebenarnya sudah lama saya ingin membaca buku Ken Robinson yang judul aslinya The Element: How Finding Your Passion Change Everything (Penguin Books, 2011). Namun saya baru menemukan buku yang diterjemahkan tahun 2015 oleh penerbit Kaifa ini di gudang buku Mizan Oktober kemarin.

Buku Do it with Passion membahas apa?

Tentang segala hal mengenai passion. Mengenai bakat alami dan minat kita. Robinson menyebutnya sebagai Elemen. 

“Berada di Elemen membuat mereka merasakan kegembiraan dan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka terhubung dengan sesuatu yang fundamental bagi identitas, tujuan, dan eksistensi mereka.” (hal 47)

Buku ini membahas bagaimana sejumlah orang menemukan elemen mereka, bagaimana mereka menempanya, hingga bagaimana mereka mengatasi rintangan. 

Ken Robinson meriset banyak sekali orang-orang terkenal seperti kreator The Simpson Matt Groening, Einstein,  Fisikawan Richard Feynman, Presiden Abraham Lincoln, penulis Paulo Coelho, Meg Ryan, Arsitek Zaha Hadid, pentolan grup band The Beatles Paul Mc Cartney dan George Harrison, serta masih banyak lagi. 

Unik sekali pengalaman orang-orang ini menemukan elemen mereka dan menempa elemen tersebut dalam berbagai kondisi.



Beberapa hal yang saya pelajari dari buku Do it with Passion?

Ada beberapa poin menarik yang saya temukan dalam buku ini:

#1 Mengapa kita belum menemukan elemen?
Menurut Robinson, kita belum menemukan elemen karena kesalahan kita dalam memahami kekuatan diri, belum paham kalau pikiran, tubuh dan perasaan bekerja secara holistik, dan bahwa hidup ini tidaklah linear. Perjalanan menemukan elemen itu unik untuk setiap orang. Kita bisa baca kisah beberapa pesohor menemukan elemen mereka. 

#2 Elemen itu memiliki 2 karakter yaitu bakat dan gairah. Serta 2 syarat yaitu sikap dan kesempatan.
Aku memilikinya. Memiliki bakat yang membuat seseorang terasa mudah melakukan sesuatu.
Aku menyukainya. Memiliki gairah untuk melakukannya selama berjam-jam dalam sehari.
Aku menginginkannya. Optimis dan penuh semangat dalam mengerjakan sesuatu.
Dimana aku mencarinya. menemukan kesempatan yang tepat untuk mengasah elemen. 

#3 Pendidikan sering tidak membantu seseorang menemukan elemennya, bahkan malah merusak elemen. Tapi tidak dipungkiri bahwa banyak juga yang menemukan elemen dalam pendidikan mereka. Contohnya para ilmuwan. 

#4 Ciri pekerja kreatif adalah mereka mencintai media yang mereka gunakan. Musisi menyukai suara yang mereka hasilkan, penulis suka dengan kata-kata, penari suka gerakan, ahli matematika suka angka, guru suka mengajar, pengusaha menyukai kesepakatan. (hal 118)


#5 Salah kaprah soal kecerdasan dan kreativitas
Umumnya orang berpendapat bahwa kecerdasan dan kreativitas adalah 2 hal yang sangat berbeda. Kalau kita mungkin saja jadi orang cerdas yang tidak kreatif atau jadi orang kreatif yang kurang cerdas. 

Padahal sebenarnya kita tidak mungkin bisa kreatif tanpa bertindak cerdas. Bahwa bentuk tertinggi dari kecerdasan adalah berpikir kreatif. (hal 97)

#6 Walau berada di elemen, seseorang bisa frustasi, kecewa, dan ada masanya pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.

#7 Ada bedanya suku dan kelompok
Suku adalah tempat orang-orang bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka, menjadi diri sendiri, dan menemukan mentor yang membantu mengarahkan mereka. 

Ini berbeda dengan kelompok yang malah membuat mereka tidak bisa jujur dengan kemampuan sendiri serta merasa terpaksa untuk mengikuti arus. Diperlukan keberanian untuk keluar dari kerumunan dan memiliki suku jika ingin menemukan elemen. 

“Kelompok bisa memberikan dukungan yang sangat kuat. Kekurangannya, kelompok cenderung memiliki pemikiran dan perilaku seragam. Padahal, inti Elemen adalah menemukan diri sendiri, dan kita tidak dapat melakukannya jika terus-menerus didesak untuk menyesuaikan diri. Anda tak bisa menjadi diri sendiri dalam kelompok.” (hal 232)

#8 Tidak ada kata terlambat untuk menemukan elemen
Penulis buku laris Susan Jeffers baru memulai karir menulis pada usia 40-an. Banyak yang contoh orang-orang yang memulai karir mereka di usia 50-an, 60, bahkan 70-an. 

#9 Bekerja di elemen tidak harus selalu karena uang.
Banyak orang yang bekerja dengan penuh dedikasi tinggi dan dilakukan secara profesional, tapi tidak dibayar dan dilakukan di sela-sela waktu utama mereka. 

Contohnya seperti kasus Room to Read yang digagas oleh John Wood sebagai petinggi Microsoft. Saat membuat perpustakaan untuk anak-anak ini, dilakukan John sebagai kegiatan part time.


Mengapa saya suka Buku Do it with Passion?

Saya sangat suka kisah-kisah para pesohor yang ditampilkan dalam buku ini. Tidak perlu saya buka satu demi satu biografi para pesohor untuk mengetahui bagaimana proses mereka memulai karir mereka.

Banyak kisah yang merupakan wawancara langsung Ken Robinson  dalam berbagai kesempatan. Beberapa orang memang kenal secara personal dengan Robinson.

“Banyak orang di buku ini yang tidak mengejar gairah mereka semata karena bayaran. Mereka mengejar gairah tersebut karena tidak dapat membayangkan mengerjakan hal lain. Mereka berusaha keras menguasai segala hal dalam profesi ini. Mereka tahu betul menyesuaikan bakat mereka di lingkungan yang baru.” (hal 45)

Siapa yang perlu baca buku Do it with Passion?

Menurut saya semua orang yang masih ragu dengan passionnya atau ingin tahu tantangan yang dilalui dalam menjalani passion perlu baca buku ini. 

Kita mungkin akan menemukan penggalan-penggalan kisah yang sama dengan kita dari para tokoh yang diceritakan dalam buku setebal 426 ini,

Data Buku

Judul: Do It With Passion
Penulis: Ken Robinson dan Lou Aronica
Penerbit: Kaifa, April 2015
Halaman: 426 hal, 13 x 20,5 cm




#ODOPNovemberChallenge
800 kata, 2 jam

Murder on the Orient Express Agatha Christie
Sumber: IMDb

Ada yang suka baca kisah-kisah detektif?
Atau masih suka ketuker-ketuker antara Hercule Poirot, Mrs. Marple, dan Sherlock Holmes? Mana yang tokohnya Agatha Christie dan mana yang Sir Arthur Conan Doyle?

Tapi nggak masalah kok, teman-teman tetap bisa menikmati film dengan tema detektif berjudul Murder on the Orient Express ini. Filmnya cakep banget. Jadi wajar saja kalau pendapatannya bisa mencapai 353 juta dollar, padahal modalnya hanya 55 juta dollar sajah.


Filmnya bercerita tentang apa?

Film ini bercerita tentang pembunuhan yang terjadi di kereta api mewah Orient Express dalam perjalanan dari Istanbul ke London. Ditengah jalan, kereta mereka terhenti karena terkena longsoran badai salju.

Pada suatu malam terjadi sebuah pembunuhan terhadap seorang penumpang yang berprofesi sebagai pengusaha hitam bernama Edward Ratchett (Johnny Depp). Terdapat 12 tusukan pisau di tubuh Ratchett. 

Untung saja di kereta api tersebut ada detektif terkenal Hercule Poirot (Kenneth Branagh). Detektif Belgia ini segera saja melakukan penyelidikan terhadap sejumlah penumpang. Ada 12 penumpang yang bisa saja menjadi tersangka pembunuh.


Poirot on Murder on The Orient Express
"My name is Hercule Poirot and I probably the best dectective in the world." (Sumber IMDb)

Poirot menemukan kalau Ratchett sebenarnya adalah John Cassetti, seseorang yang pernah menjadi penculik dan pembunuh seorang anak bernama Daisy Amstrong. 

Beberapa tahun sebelumnya Daisy Amstrong diculik dari kamarnya. Walau orang tuanya telah membayar uang tebusan, Daisy tetap dibunuh.

Selanjutnya ceritanya jadi panjang. Ibu Daisy, Sonia saking shocknya jadi melahirkan bayi prematur. Sonia meninggal tak lama kemudian. Ayahnya juga akhirnya bunuh diri. Pengasuh keluarga bernama Susanne, sempat dituduh terlibat. Sedihnya, Susanne memilih bunuh diri sebelum akhirnya terbukti bahwa ia tidak bersalah. Pokoknya banyak banget duka cita karena kasus itu.

Nah ternyata, penumpang di Orient Express satu sama lain punya hubungan dengan kasus ini. Cuma siapa nih yang paling berkepentingan untuk membunuh Ratchett?

Apa yang membuat film ini menarik?

Film  ini bertaburan bintang beken yang enak buat dilihat. Ada Kenneth Branagh sebagai Hercule Poirot sekaligus sebagai produser dan sutradara (duh maruk ya). Ada Penélope Cruz sebagai Pilar Estravados, Willem Dafoe sebagai  Gerhard Hardman, Johnny Depp sebagai Edward Ratchett, dan Michelle Pfeiffer sebagai Caroline Hubbard.

Cinematografinya juga bagus banget. Padahal kan settingnya cuma di dalam kereta saja yang utama. Hanya saja karena kereta ceritanya terhenti akibat badai salju, ada juga adegan-adegan yang diambil di luar kereta. 

Saya juga suka ceritanya yang unik dan bikin penasaran. Jadi siapa sih pembunuhnya? Kebetulan saya memang belum baca juga novelnya, jadi ikut penasaran menebak-nebak.

Salah satu yang bikin kisah yang dipublikasikan Agatha Christie pada 1 Januari 1934 ini terkenal, adalah karena akhir ceritanya yang unik. Poirot yang biasanya hitam-putih, ternyata bisa juga memilih mengambil keputusan abu-abu.


I have understood in this case that the scales of justice cannot always be evenly weighed and I must learn for once to live with the imbalance. There are no killers here, only people who deserve a chance to heal. 


Tentang Agatha Christie

Nonton film Murder on the Orient Express bikin saya jadi kepingin baca lagi karya-karya penulis kelahiran 15 September 1890 ini. Tau nggak, kalau bukunya Agatha Christie itu telah terjual sebanyak 2 millar eksemplar loh!

Sebenarnya Christie sempat ditolak karyanya beberapa kali. Novel pertamanya Misteri di Styles (The Mysterious Affair at Styles) yang ditulis tahun 1916 akhirnya terbit pada tahun 1920. 

Dalam 56 tahun hingga kematiannya pada 12 Januari 1976 (85 tahun), Christie telah menghasilkan 66 novel detektif dan sejumlah cerita pendek. Bisa 2 hingga 3 novel ia hasilkan per tahun. Produktif banget ya.

Christie sempat bekerja sebagai apoteker. Itu sebabnya banyak kisah pembunuhan dilakukan dengan racun. 

Pada usia 24 tahun, Agatha Miller menikah dengan Archibald Christie. Sayangnya pernikahan mereka tidak langgeng. Tahun 1926 akhir, suaminya meminta untuk bercerai karena mencintai perempuan lain. 

Wah kebayang dong sedihnya. Mana pada awal tahun itu ibunya meninggal. Pada suatu malam setelah bertengkar dengan suaminya, Christie menghilang selama 10 hari. 

Semua orang ikut sibuk mencarinya. Termasuk Sir Arthur Conan Doyle (1859 - 1930) si pengarang Sherlock Holmes itu. Mereka memang sempat hidup di masa yang sama. Agatha Christie memang mengagumi karya-karya seniornya ini. 

Akhirnya ditemukan Christie menginap di sebuah hotel. Oleh dokter ia didiagnosis mengalami amnesia. Tapi ada dugaan bahwa ia sebenarnya berencana bunuh diri untuk memojokkan suaminya. Wallahualam. 

Dalam novel-novel Christie, ada 2 tokoh detektif. Hercule Poirot menjadi tokoh dalam 33 novel, sementara Mrs. Marple menjadi tokoh dalam 12 novel. Agatha Christie sendiri sepertinya tidak terlalu suka dengan Poirot ia yang ia nilai begitu egois. Dalam beberapa bagian, ia terasa seperti ingin mematikan karakter tersebut. Pengarang yang unik ya beliau.

Dari suami pertamanya, Agatha Christie memiliki seorang anak, Rosalind yang lahir pada Agustus 1919. Setelah resmi bercerai ia bertemu dengan Sir Max Mallowan, seorang arkeologis yang 13 tahun lebih muda darinya. Mereka menikah pada tahun 1928, dan bersama hingga Agatha Christie wafat.

Bagaimana teman-teman? Kangen kembali baca karya-karya Agatha Christie? Kalau kamu suka cerita Agatha Christie yang mana?





#ODOPNovemberChallenge
#sabtufilm_ceritashanty
750 kata - 1,5 jam
Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut


Dari 15 koleksi komik Asterix yang telah telah saya beli sejak zaman SD, Sang Penghasut adalah favorit saya. Ceritanya asli bikin ngakak parah dan unik. 

Kalau dalam seri yang lain, standar masalah Asterix adalah keributan dengan orang Romawi, dalam seri yang ini dibahas bagaimana peran Sang Penghasut membuat teman-teman Asterix sibuk cakar-cakaran sendiri. Ehm… ngerasa familiar nggak kondisi ini?

Eh tapi sebelumnya mari kita kenalan lagi sama tokoh komik kecil berkumis ini.

Kisah Petualangan Asterix

Asterix adalah tokoh dalam komik Prancis yang naskahnya ditulis oleh Rene Goscinny dan digambar oleh Albert Uderzo. 

Asterix pertama kali diterbitkan pada 29 Oktober 1959 dalam sebuah majalah. Komik pertama Asterix Prajurit Galia terbit  pada tahun 1961.  Uderzo melanjutkan komik ini setelah Goscinny meninggal tahun 1977. 


Hingga tahun 2017 telah terbit 37 judul. 30 diantaranya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan saya baru punya setengahnya. Sssttt, zaman dulu saya belinya waktu harganya masih Rp 3.500 rupiah sajah.

Komik ini sudah diterjemahkan ke dalam 111 bahasa. Dan laku sebanyak 370 juta eksemplar di seluruh dunia. 

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Desa Galia

Setting cerita dibuat di tahun 50 SM yang terletak di sebuah desa di tepi pantai Armorik. Desa Galia tempat Asterix dan teman-temannya berdiam ini unik karena walau terletak di daerah kekuasaan Julius Ceasar, mereka tidak pernah terkalahkan oleh tentara Romawi karena memiliki ramuan super.

Plot cerita sebenarnya relatif berulang, namun humor permainan kata selalu mampu membuat para pembaca tergelak-gelak ketagihan baca komik ini. 

Untuk hal ini, kita perlu angkat topi kepada Ibu Maria Antonia Rahartati Bambang yang menerjemahkan dengan sangat sempurna. Eh, tahu nggak kalau karena menerjemahkan komik ini, si Ibu mendapat gelar sebagai penerjemah termahal di Indonesia karena dibayar per HURUF. Bukan per kata. Kisah lengkapnya bisa dibaca di sini. 

Komik Sang Penghasut berkisah tentang apa?

Jadi semua sudah kenal Asterix kan sekarang. Nah di komik ke-15 ini Sang Penghasut, ceritanya Kaisar Julius Ceasar mulai ditekan oleh para senator mengenai desa Galia kecil yang masih juga belum bisa dikuasai. 

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Jadi begini ide awalnya.

Mereka tahu kalau bangsa Galia tidak bisa disogok harta benda dan sangat kuat karena bersatu.

Dari situ muncullah ide untuk mengirimkan seorang Penghasut yang sangat berbakat bernama Akalbusyukus untuk menebar virus kebencian di desa Galia. 

Kalau bangsa Galia sudah cakar-cakaran, persatuan mereka akan lemah dan itulah saat terbaik bagi bangsa Romawi untuk memerangi mereka. 

Rencana yang brilian kan?

Terus rencananya sukses nggak?

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Tebar fitnah di sana sini.

Sukses dong! Hanya dengan menebar sedikit taburan fitnah di sana-sini, cakar-cakaranlah Cebong dan Kampret eh Asterix dan teman-temannya. 

Asli bagian yang ini bikin ngakak banget. Bagaimana Asterix, Obelix akhirnya bisa marahan juga. Walau tidak lama-lama.

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Begitulah kalau memang sobat. Marahannya cuma kepisah beberapa frame.

Dari kisah ini, kita jadi belajar betapa mudahnya orang di adu domba. Ini adalah sebuah kisah klasik yang banyak terjadi dimana-mana. Entah itu dalam sebuah negara, sebuah perusahaan, sebuah komunitas, atau bahkan dalam sebuah keluarga. 

Sedih memang. Tapi begitulah kenyataannya.

Jadi bagaimana dong caranya biar tidak mudah diadu domba orang lain? 

Dalam komik ini ada Dukun Panoramix dan Asterix yang tetap bisa berpikir positif dan berwawasan luas. Walau sempat jadi korban fitnah, mereka tetap berkepala dingin menyikapi suasana yang memanas.

Yup, itulah yang kita perlukan agar tidak mudah dibohongi orang lain. 

  • Tetap lah berpikir rasional. 
  • Cek & Ricek data yang kita terima. 
  • Jangan mudah ngemil hoax yang memang sengaja disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk tujuan menghancurkan kita semua.

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Pembalasan untuk Sang Penghasut

Kisah ditutup dengan sebuah akhir yang manis. Panoramix malah berterima kasih kepada Akalbusyukus karena sudah membantu Desa Galia mengalahkan tentara Romawi yang berusaha menyerang mereka. Selamat deh si Akalbusyukus kembali dimasukkan ke penjara oleh tentara Julius Ceasar. Misi Gagal!


Data Komik

Judul: Kisah Petualangan Asterix: Sang Penghasut
Penulis: Goscinny & Uderzo
Penerbit: Pustaka Sinar Harapan, 1990 (dalam bahasa asli terbit tahun 1970)
Halaman: 48 hal

Komik Petualangan Asterix Sang Penghasut
Para tokoh utama Asterix. Kamu paling suka siapa?


#ODOPNovemberChallenge
#kamisfiksi
600 kata - 1,5 jam

Older Posts Home

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Mengajak Anak Lebih Dekat Dengan Alam Semesta

Categories

  • Agama 1
  • Anak 3
  • Detektif 1
  • Fiksi 3
  • Film 2
  • Motivasi 1
  • Non Fiksi 3

Advertisement

Contact form

Name

Email *

Message *

Popular Posts

  • REVIEW AL HIKAM KARYA SHOLEH DARAT, BUKU PENYEJUK JIWA SAAT DITIMPA KESULITAN HIDUP
  • KISAH KLASIK KOMIK LEGENDARIS ASTERIX: SANG PENGHASUT
  • Mengajak Anak Lebih Dekat Dengan Alam Semesta
  • MURDER ON THE ORIENT EXPRESS, ARTI KEADILAN BAGI HERCULE POIROT

Trending Articles

  • Mengajak Anak Lebih Dekat Dengan Alam Semesta

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi